Sebut Kemunduran Demokrasi Era Jokowi, Faisal Basri: Ini Bahaya

TEMPO.CO, Jakarta – Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, menilai negara tengah mengalami kemunduran demokrasi di tengah krisis pandemi virus corona. Kondisi tersebut tercermin dari sejumlah peristiwa yang terjadi belakangan, yakni adanya teror terhadap acara diskusi yang menyinggung presiden.

“Soal kemunduran demokrasi, kita lihat di masa krisis ini berpendapat pun dibatasi, dilarang. Ini berbahaya buat kita,” tutur Faisal dalam diskusi daring bersama Kahmi Preneur, Senin, 1 Juni 2020.

Menurut Faisal, kemunduran demokrasi dicerminkan dari adanya indikator “our of state” yang semakin kuat. Ditambah lagi, kata dia, keberpihakan negara terhadap korporasi kian kentara.

Faisal menurutkan, hal itu bisa dilihat dari disahkannya Undang-undang Minerba serta perancangan Omnibus Law yang kontroversial. Akhirnya, secara bersamaan, kekuatan masyarakat atau “power of society” pun semakin tergerus.

Dia pun mengingatkan akan adanya peristiwa demo massa yang belakangan terjadi di Minneapolis, Amerika Serikat, karena adanya penyerangan warga berkulit hitam, George Floyd, oleh empat polisi. Ketegangan itu dikhawatirkan akan sama dengan di Indonesia.

“Apa yang terjadi di Amerika merupakan refleksi dari meletupnya kefrustasian rakyat terhadap pemerintah yang menyebabkan ketimpangan semakin menjadi-jadi,” tutur Faisal.

Papanpin.com merupakan portal agregator berita Indonesia yang berisikan artikel dari media-media utama seperti Kompas, Tempo, MetroTV, TVone, Liputan6, Inews, Indonewsfeed, Detik, Tirto dan lainnya. Agregator berita diperlukan untuk komparasi antar portal berita demi akurasi dan presisi informasi. Portal ini juga secara otomatis menerjemahkan berita dalam bahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris dengan menyertakan link pada artikel sumber untuk memperluas jangkauan berita pada setiap portal tersebut. Sesuai namanya, PapanPin merupakan highlight berita terkini di Indonesia, dengan seleksi otomatis oleh AI dengan parameter waktu, SEO, traffic dan relevansinya pada keywwords yang dicari pada google.com. Kami menyadari bahwa portal berita seringkali berperan sebagai alat propaganda dan hal tersebut tidak dapat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *