Kasus George Flyod, Lewis Hamilton Kritik Sikap Diam Formula 1

TEMPO.CO, Jakarta – Juara dunia enam kali Lewis Hamilton menyuarakan keprihatinannya terhadap insiden terbunuhnya warga kulit hitam, George Flyod, oleh kekerasan polisi Amerika Serikat, serta mengkritik Formula 1 karena diam.

Kematian warga Minneapolis itu memicu serangkaian protes yang berujung kerusuhan di AS.

Hamilton, orang kulit hitam pertama yang menjadi juara F1, banyak menghabiskan waktu di AS dan bicara soal isu tersebut lewat Instagram Story pada Minggu.

“Aku melihat kalian yang tetap berdiam diri, beberapa dari kalian para bintang besar tetap diam di tengah ketidakadilan,” tulis sang pembalap Mercedes seperti dilansir Reuters.

“Tak ada tanda dari orang-orang di industriku yang tentunya didominasi (kulit) putih. AKu satu-satunya orang kulit berwarna di sana dan tetap berdiri sendiri.”

“Aku tadinya mengira jika kalian melihat kenapa ini terjadi dan mengatakan sesuatu tentang itu tapi kalian tak berada bersama kami. Baru sekarang aku tahun siapa kalian…dan aku melihat kalian.”

Hamilton melanjutkan di posting-an keduanya, “Aku tak mendukung mereka yang menjarah dan membakar gedung-gedung tapi kepada mereka yang melakukan protes dengan damai. Tak akan ada damai hingga para pemimpin kita membuat perubahan.”

Pembalap muda McLaren Lando Norris menjadi salah satu pembalap yang menyatakan suaranya. Lewat platform streaming Twitch kompatriot senegara Hamilton itu mengatakan, “tanda tangani petisi BLM #BLACKLIVESMATTER”.

Pembalap asal Kanada, Nicholas Latifi, yang membalap untuk Williams musim ini, menulis di akun Twitternya, “Ini harus berhenti #JusticeForGeorgeFloyd (Keadilan untuk George Flyod)”.

Tahun lalu Hamilton pernah bicara soal kurangnya keberagaman dunia balap mobil, termasuk Formula 1.

“Ada keberagaman yang paling sedikit di olahraga ini dan aku sangat ingin menjadi bagian perubahan dari hal itu di Formula 1,” kata dia.

Papanpin.com merupakan portal agregator berita Indonesia yang berisikan artikel dari media-media utama seperti Kompas, Tempo, MetroTV, TVone, Liputan6, Inews, Indonewsfeed, Detik, Tirto dan lainnya. Agregator berita diperlukan untuk komparasi antar portal berita demi akurasi dan presisi informasi. Portal ini juga secara otomatis menerjemahkan berita dalam bahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris dengan menyertakan link pada artikel sumber untuk memperluas jangkauan berita pada setiap portal tersebut. Sesuai namanya, PapanPin merupakan highlight berita terkini di Indonesia, dengan seleksi otomatis oleh AI dengan parameter waktu, SEO, traffic dan relevansinya pada keywwords yang dicari pada google.com. Kami menyadari bahwa portal berita seringkali berperan sebagai alat propaganda dan hal tersebut tidak dapat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *